Tepati Janji Jual Ikan Koi Blitar

Tepati Janji Jual Ikan Koi Blitar

Tepati Janji Jual Ikan Koi Blitar

Terkait dengan ancaman ratusan nelayan Pantai Jual Ikan Koi Blitar yang berencana membaikot pembayaran retribusi, akhirnya Kepala Dinas Kelautan Jual Ikan Koi Blitar angkat bicara. Soeprapto mengatakan memang pengadaan rumpun belum bisa direalisasikan. Alasanya pengadaan rumpun menunggu proses lelang di bagian pembangunan Setda Pemkab Tulungagung. “Pengadaan masih proses lelang,”katanya.  Jual Ikan Koi Blitar menjelaskan jika pelaku masih dalam lidik, “Tentunya pelaku akan dilakukan penyelidikan, kerugian yang dialami korban sekitar Rp 3 juta,” terangnya. Korban yang baru mengenal terlapor melalui tetangganya, kemudian menyerahkan sepeda motor berikut surat-surat bukti kepemilikan kepada terlapor. Namun setelah beberapa hari menunggu, korban tidak kunjung mendapat kabar dari terlapor perihal penjualan sepeda motornya.

Ditanya soal anggaran pengadaan rumpon, Jual Ikan Koi Blitar mengatakan anggaran yang disediakan sekitar Rp 1 miliar lebih. Dia tidak menyebutkan nominal angka yang pasti. Yang pasti, panitia lelang akan menentukan siapa yang menawar yang paling besar. Seperti yang diberitakan ratusan nelayan pantai Jual Ikan Koi Blitar Kalidawir mengancam tidak akan membayar retribusi kepada DKP.  Ancaman tersebut disebabkan karena DKP dinilai tidak menempati janji kepada nelayan terkait dengan pemberian rumpon. Jika ancaman baikot tersebut terbukti, dipastikan target pendapatan asli daerah (PAD) bisa berkurang atau bahkan tidak terpenuhi. Peristiwa bermula pada Sabtu (01/08), saat itu terlapor Jual Ikan Koi Blitar rumah korban dan menawarkan jasanya untuk menjualkan sepeda motor milik korban. Terlapor meyakinkan kepada korban jika dirinya sanggup menjualkan sepeda motor tersebut dalam tempo 1×24 jam. Mendengar penuturan terlapor, korban akhirnya memberikan kepercayaan kepada terlapor untuk menjualkan seped motornya.

Jual Ikan Koi Blitar salah satu nelayan Pantai Sine mengatakan bahwa pihaknya bersama beberapa rekanya bakal ramai ramai tidak akan membayar restribusi, dirinya juga akan memboikot semuanya agar tidak membayar. Karena janji pemberian rumpon yang dilakukan oleh dinas terkait tidak segera terealisasi. “Mana rumpon yang telah dijanjikan, sampai saat ini juga belum ada, nelayan semua pasti tidak mungkin bayar retribusi nantinya jika memang rumpon itu tidak turun,”katanya. Korban sempat berusaha menghubungi terlapor, namun selalu gagal. Merasa menjadi korban penipuan, akhirnya korban melapor ke Mapolsek Wonotirto. Mendapat laporan, petugas segera melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi untuk mencari keberadaan terlapor. Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke pihak berwajib guna proses penyelidikan lebih lanjut. Jual Ikan Koi Blitar warga RT 01 RW 07 dusun Ringinrejo desa Pasiraman kecamatan Wonotirto, Senin (03/8) mendatangi Jual Ikan Koi Blitar untuk melaporkan Sukedi alias Edi (34) warga Desa Jatisari Kecamatan Jatisari Kabupaten Lumajang, atas dugaan penipuan. Sukedi diduga membawa kabur sepeda motor milik Sukardi. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus laporan Sukardi.

Add a Comment

Your email address will not be published.