Peran Insentif Fiskal?

Peran Insentif Fiskal

Apakah insentif fiskal berdampak positif bagi  kegiatan ekonomi? Apakah besaran tax expenditure loss sebanding dengan target yang diharapkan masih perlu diperhitungkan dengan rigid? Apakah benar-benar sesuai dengan masksud dan tujuan pemberian insentif pajak? Itu merupakan beberapa pertanyaan yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

Secara umum pemberian insentif diharapkan mampu menarik investor yang nantinya akan mampu menyerap tenaga lokal, memanfaatkan sumber daya lokal sehingga dapat memajukan UMKM di lokasi investasi, terjadi teknologi serta turut serta dalam pembangunan infrastruktur.

Kenyataannya insentif fiskal belum dapat berfungsi maksimal terutama dalam menarik minat investor untuk melakukan investasi. Insentif pajak bukanlah pertimbangan utama bagi investor untuk memilih lokasi dan melakukan investasi.

Pada dasarnya, ketika akan melakukan investasi, para investor telah memperhitungkan besar keuntungan bersih dari investasi yang dilakukan. Ketika pemerintah setempat memberikan berbagai jenis insentif, hal tersebut hanya menjadi sebuah nilai tambah atas berkurangkannya biaya yang harus dikeluarkan oleh investor. Pertimbangan penting untuk melakukan investasi adalah berhubungan dengan kedekatan kepada sumber daya dan pasar. Jika dirinci, hal tersebut misalnya meliputi ketersediaan infrastruktur.

Selain itu, kepastian hukum dan transparansi birokrasi merupakan hal penting yang mempengaruhi  jalannya kegiatan ekonomi. Koordinasi antara pemerintah terkait juga merupakan hal yang penting karena seringkali terjadi tumpang tindih peraturan yang mengakibatkan kegamangan bagi pelaku usaha dalam membuat keputusan ekonomi.

Secara spesifik, beberapa temuan yang dilakukan oleh pustra atas kurang oktimalnya kegiatan ekonomi di berbagai kawasan ekonomi sebagai berikut:

Kawasan Industri

Menekankan pada sisi/orientasi proyek, tidak membuat konsep kesinambungan jangka panjang.

Kawasan Berikat

Inefisiensi pengolahan kawasan, pelaksanaan impor yang dibebaskan bea masuk parsial untuk kegiatan industry tujuan ekspor, iklim investasi yang kurang kondusif akibat kerumitan birokrasi, kurang memadai akses seperti infrastruktur.

KAPET

Insentif fiskal yang diberikan pemerintah kurang menarik investor, potical will dari pemerintah yang kurang, iklim investasi kurang kondusif karena birokrasi yang rumit, terbatasnya akses seperti infrastruktur.

KPBPB

Proses perizinan yang masih membutuhkan waktu yang cukup lama, fasilitas pelabuhan yang belum cukup untuk kegiatan perdagangan, teknis dan sistem kepabeanan yang belum diatur secara jelas dan detail.

KEK

Belum kuatnya komitmen pemerintah yang terdiri dari pemerintah untuk memaksimalkan potensi kawasan ekonomi, kebijakan fiskal dan non fiskal ditentukan berdasarkan peruntukkannya, ketersediaan infrastruktur, koordinasi pemerintah terkait belum berjalan optimal sehingga sering terjadi tumpang tindih peraturan.

Dari berbagai temuan atas kegiatan investasi dari berbagai kawasan ekonomi dapat disarikan bahwa justru faktor non fiskal yang jauh lebih berpengaruh terhadap kegiatan investasi.

Sumber: Indonesian Tax Review

Add a Comment

Your email address will not be published.