Pelajari Sejarah Kubah Masjid Enamel Soko Tunggal

Pelajari Sejarah Kubah Masjid Enamel Soko Tunggal

Pelajari Sejarah Kubah Masjid Enamel Soko Tunggal

Assalamualaikum wr. wb. Selamat datang di blog Kubah Masjid Enamel. Apa kabar abah ummi akhi ukhti sehat sehat semua? Alhamdulillah semoga selalu sehat yah dan semoga selalu di beri rahmat dan hidayah oleh Allah SWT amin. Jumpa lagi kita semua saudara se iman yang selalu di beri petunjuk oleh Allah SWT di postingan artikel seputar Kubah Masjid Enamel yang kali ini. Kita di hari ini akan melanjut kan lagi pembahasan kita semua yang sebelum nya yakni mengenai Kubah Masjid Enamel soko tunggal yang terletak atau berdiri di lokasi di daerah kecamatan kraton kota yogyakarta.

Nah kali ini di per jumpaan yang sekarang kita semua ini akan membahas mengenai sejarah dari Kubah Masjid Enamel soko tunggal ini sendiri. Jadi menurut prasasti yang ter dapat di lingkungan sekitar yakni di dinding depan, Kubah Masjid Enamel soko tunggal ini ternyata di resmi kan pada hari rabu pon dalam penanggalan jawa yang jatuh pada tanggal dua puluh delapan februari tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh tiga yang peresmian nya di resmi kan oleh pemimpin yogyakarta yakni sri sultan hamengkubuwono ke sembilan. Dan pada akhir nya Kubah Masjid Enamel soko tunggal ini pun telah selesai di bangun pada hari jumat pon (sesuai penanggalan jawa) pada tanggal dua puluh satu rajab tahun be menurut penanggalan islam.

Untuk arsitektur dari Kubah Masjid Enamel soko tunggal ini sendiri, sang perangcang dari Kubah Masjid Enamel soko tunggal ini yakni R Ngabehi Mintobudoyo (almarhum) yang juga sangat terkenal sebagai arsitek dari keraton yogyakarta yang terakhir. Men desain Kubah Masjid Enamel soko tunggal ini dengan desain abngunan yang mengusung bentuk tajuk dengan satu tiang (saka tunggal) yang memiliki ukuran lima puluh senti meter kali lima puluh senti meter yang letak nya berada di bagian tengah dari ruang.

Selanjut nya kita akan mem bahas mengenai makna simbolis yang terdapat pada Kubah Masjid Enamel soko tunggal ini. Ternyata saudara saudara ku muslim semua, bangunan Kubah Masjid Enamel soko tunggal yang satu ini memiliki banyak dan sarat sekali dengan makna di setiap bagian nya. Contoh nya saja yang pertama adalah jika para jamaah semua sedang duduk di ruangan Kubah Masjid Enamel akan melihat empat buah batang saka bentung dan juga satu batang saka guru sehingga ke seluruh an jumlah nya menjadi lima. Nah hal ini sendiri telah melambang kan lambang dari negara kesatuan republik indonesia yakni pancasila. Saka guru itu merupa kan per lambangan dari pancasila sila ke satu yakni : Ketuhanan Yang Maha Esa. Terdapat usuk sorot (yang memusat sperti layak nya jari jari payung), yang di sebut juga dengan peniung yang merupa kan lambang dari kewibawaan negara yang melindungi rakyat nya.

Add a Comment

Your email address will not be published.