Objek PPh Pasal 22

Objek PPh Pasal 22

Berbeda dengan Objek Pajak Penghasilan (PPh) pada umumnya yang berupa penghasilan (income), sebagian besar objek pemungutan atau pengenaan PPh Pasal 22 justru berupa biaya atau pengeluaran (expenditure). Jika dilihat dari sisi subjek yang dipungut, hanya ada beberapa Objek PPh Pasal 22 yang berupa pajak penghasilan pasal 21.

Seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK.03/2010, jenis dan objek pemungutan PPh Pasal 22 serta siapa subjek yang harus melakukan pemungutan adalah sebagai berikut:

PPh Pasal 22 Impor

Dalam hal ini, kegiatan yang dikenakan (objek pemungutan) PPh Pasal 22  adalah kegiatan impor barang. Subjek yang ditunjuk untuk menjadi pemungut (collector) adalah Bank Devisa  serta Direktorat  Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Sedangkan subjek yang dipunggut (yang dikenakan PPh Pasal 22) adalah importir yang melakukan melakukan impor tersebut.

PPh Pasal 22 Bendahara  Pemerintah

Transaksi yang menjadi Objek PPh Pasal 22 adalah pembayaran yang dilakukan oleh Bendaharawan Pemerintah kepada vendor atau rekanan pemerintah. Subjek pemungut PPh Pasal 22 adalah Bendaharawan pemerintah, baik di tingkat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sementara subjek yang  dikenakan pemungutan PPh Pasal 22 adalah vendor atau rekanan pemerintah.

PPh Pasal 22 Semen

Objek pemungutan PPh Pasal 22 di sini adalah penjualan semen di dalam negeri yang dilakukan oleh badan usaha industri semen. Subjek pemungutannya adalah badan usaha yang memproduksi semen tersebut yang telah ditunjuk oleh KPP setempat  sementara subjek yang terpungut (dikenakan PPh Pasal 22) adalah pihak pembeli semen.

PPh Pasal 22 Kertas

Objek pemungutan PPh Pasal 22 di sini adalah penjualan kertas di dalam negeri. Subjek pemungutannya adalah badan usaha yang memproduksi baja tersebut yang ditunjuk oleh KPP setempat sementara subjek yang terpungut (dikenakan PPh Pasal 22) adalah pihak pembeli baja.

PPh Pasal 22 Otomotif

Objek pemungutan PPh Pasal 22 di sini adalah penjualan otomotif di dalam negeri. Subjek pemungutannya adalah badan usaha yang memproduksi otomotif tersebut yang ditunjuk oleh KPP setempat sementara subjek yang terpungut (dikenakan PPh Pasal 22) adalah pihak pembeli otomotif.

PPh Pasal 22 Badan Bahan Minyak

Dalam hal ini yang menjadi objek pemungutan PPh Pasal 22 adalah penjualan badan bakar minyak, gas dan pelumas. Subjek pemungutannya adalah produsen ataupun importir yang menjual bahan bakar minyak, gas dan pelumas. Sedangkan subjek yang dikenakan adalah konsumen membeli langsung bahan bakar minyak, gas dan pelumas dari produsen maupun importif tersebut. ikuti training pajak di PT Sinergi Solusi Bisnis

PPh Pasal 22 Pedagang Pengumpul

Disini yang menjadi objek Prmungutan PPh Pasal 22 adalah penjulan bahan-bahan untuk keperluan industri atau ekspor dari pedagang pengumpul kepada industri maupun eksportir yang bergerak dalam sektor kehutanan, pertanian, perkebunan dan perikanan.

Dari beberapa objek pemungutan PPh Pasa 22 diatas, secara garis besar sebenarnya hanya ada tiga kegiatan yang dijadikan objek PPh Pasal 22 yaitu: kegiatan impor, kegiatan penjualan kepada pembeli tertentu. Dan dari ketiga kegiatan itu, hanya satu yang kegiatan masuk kategori income yaitu kegiatan penjualan kepada pembeli tertentu. Itulah sebabnya banyak praktisi pajak yang mengatakan pengenaan PPh Pasal 22 ini agak bertolak belakang dengan konsep umum PPh karena menjadikan expenditure/expense sebagai objeknya dan bukannya income atau penghasilan. jasa konsultan pajak

Sumber: Indonesian Tax Review

Add a Comment

Your email address will not be published.