Menuju Kontraktor Kubah Masjid di Jayapura Papua

Menuju Kontraktor Kubah Masjid di Jayapura Papua

Menuju Kontraktor Kubah Masjid di Jayapura Papua

Dari segi organisasi sosial-politik, bangsa Arab Badui adalah bangsa yang tidak pernah disatukan dalam satu negara. Mereka selalu bercerai berai karena pertentangan dan peperangan yang terus-menerus terjadi di antara kabilah yang ada. Akibat peperangan ini, kebudayaan mereka tidak pernah berkembang. Dalam struktur masyarakat Arab, kabilah (suku) yang dibentuk oleh kelompok-kelompok keluarga atas dasar pertalian darah (nasab), perkawinan, suaka politik, Kontraktor Kubah Masjid dan sumpah setia merupakan intinya. Setiap kabilah dipimpin oleh syaikh yang dipilih melalui musyawarah, yang mendapatkan kepercayaan karena mempunyai sifat seperti bijaksana, adil, pemberani, cerdik dan kaya. Kepemimpinan syaikh harus diikuti dalam hal yang terkait dengan peperangan , pembagian harta rampasan dan menyelesaikan perselisihan internal sesuai tradisi kelompok, tapi tidak berhak memerintah.

Kehidupan Arab bersifat tribal humanism, yaitu bahwa hidup seseorang hanya bisa berarti bila berada dalam suatu suku. Konsekuensinya, Kontraktor Kubah Masjid suku Badui memandang dirinya sendiri sebagai sebuah kebijakan yang penuh dan tidak menganggap ada otoritas eksternal. Nabi Muhammad saw. berasal dari kalangan bangsawan Quraisy. Ayahnya bernama Abdullah ibn Abd al-Muthalib dan ibunya bernama Aminah binti Wahab. Garis nasab ayah dan ibunya bertemu pada Kilab ibn Murrah. Apabila ditarik ke atas, silsilah beliau sampai kepada Ismail as. Beliau dilahirkan Kontraktor Kubah Masjid sebagai yatim  pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah atau bertepatan dengan tanggal 20 April 571. Ayahnya sudah wafat tiga bulan setelah menikahi ibunya. Perasaan senasib ini mendorong mereka untuk mengatasi kesulitan secara bersama dan terbatas pada kabilahnya. Akibatnya tumbuh persaingan ketat yang menempatkan kabilah Badui selalu dalam posisi konflik dan menjadikan mereka selalu berperang sepanjang tahun.

Pelaksanaan asas hukum balas dendam sederajat yaitu, nyawa dibayar nyawa. Menurut asas ini, membunuh seseorang bukan merupakan kesalahan, tapi tidak diperbolehkan membunuh yang berakibat terputusnya hubungan antar Kontraktor Kubah Masjid kabilah dan terganggunya keamanan seperti membunuh orang yang berasal dari suku yang lebih kuat. Peperangan yang selalu tumbuh dalam masyarakat Badui merupakan bentuk mempertahankan keamanan dan kelangsungan suku. Hal ini berakibat pada tingginya nilai seorang laki-laki sedang perempuan mempunyai nilai yang sangat rendah. Inilah yang mengakibatkan mengapa orang Kontraktor Kubah Masjid Badui selalu membunuh setiap kelahiran anak perempuan dengan menguburkannya hidup-hidup.

Kebebasan di atas segalanya, seolah-olah tidak ada yang mampu mengekangnya. Kebebasan inilah yang menjadi pangkal terjadinya peperangan dan permusuhan. Prinsip ini akhirnya melahirkan sikap menghalalkan segala cara, sehingga berlaku hukum siapa yang kuat akan hidup dan yang lemah akan hancur. Secara politik, ada beberapa kota penting di Hijaz, karena letaknya strategis pada Kontraktor Kubah Masjid jalur perniagaan internasional. Di kota Mekkah, didirikan pemerintahan dengan dua pembagian yaitu pemerintahan yang memegang kekuasaan politik dan pemerintahan yang memegang kekuasaan agama yang akhirnya didominasi oleh suku Quraisy.

Add a Comment

Your email address will not be published.