Menjadi Pemimpin yang Efektif

Para pemimpin besar datang dalam segala bentuk dan ukuran. Orang-orang dari setiap jenis kelamin, ras, kepercayaan, tingkat sosial ekonomi, dan berbagai tingkat keindahan menggunakan kekuatan mereka untuk kebaikan. Amati setiap taman bermain di Amerika untuk waktu yang lama, dan Anda dapat menentukan pemimpin, pengikut, dan pihak yang menyaksikan aksi tersebut. Lucu bagaimana komponen yang kita pelajari di taman bermain mengikuti kita sampai dewasa. Banyak yang menerima tempat mereka tanpa pertanyaan, sementara beberapa memilih untuk mengikuti hasrat Kembangkan Profil Kepemimpinan mereka dan mempelajari karakteristik seorang pemimpin sejati. Apakah Anda akan tetap di tempat Anda sekarang, atau memilih jalan yang berbeda?

Banyak komponen bersatu untuk menciptakan pemimpin yang baik. Pertama, seorang pemimpin yang efektif memiliki visi yang jelas dan menyusun rencana aksi. Tanpa keduanya, tidak ada yang akan peduli apa yang Anda katakan. Para visioner menarik perhatian pada tujuan mereka baik secara dramatis maupun dengan bisikan kecil. Satu bisikan yang ditambahkan ke seribu pengikut menarik perhatian. Orang akan mengikuti seseorang dengan rencana untuk mengubah status quo. Buat rencana dan terus maju, tidak peduli berapa banyak yang mengatakannya. Dan mereka akan muncul.

Komponen kedua dari seorang pemimpin yang efektif adalah memiliki antusiasme yang besar terhadap sedikit perubahan tertentu yang ingin Anda lakukan. Antusiasme bukanlah sesuatu yang bisa Anda palsukan. Jadilah yang asli. Gunakan sarana seperti interaksi tatap muka, audio, dan video untuk mengomunikasikan antusiasme Anda terhadap topik Anda. Jika Anda antusias, Anda akan berada di pijakan yang lebih baik untuk melewati ketakutan yang akan Anda temui di sepanjang jalan. bobby nasution Kenyataannya, banyak orang tidak mampu mengatasi ketakutan mereka akan kritik, dan tidak pernah keluar dari mode pengikut untuk memimpin ke arah yang berbeda. Dengan antusiasme dan visi, Anda akan memiliki beberapa alat penting untuk mencapai langkah kepemimpinan ketiga melalui dorongan rasa takut. Dengan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, dan menemukan solusi untuknya, rasa takut sudah usang.

Pemimpin yang hebat juga pendengar yang hebat. Sekarang ini tidak berarti bahwa mereka selalu menerima saran mereka. Sebagai gantinya, pendengar yang baik meluangkan waktu untuk mendengarkan pengikut mereka, menilai informasi, dan membuat keputusan sendiri berdasarkan penilaian yang baik. Seperti disebutkan sebelumnya, para pemimpin biasanya tidak mengikuti arus, tetapi mereka mendengarkan aliran itu, dengan empati. Selama orang merasa suaranya telah didengar, mereka akan cenderung pergi ke arah yang Anda anggap terbaik.

Akhirnya, jika Anda ingin menjadi pemimpin yang baik dan bukan sekadar manajer di dunia bisnis dan kehidupan pribadi, Anda harus menemukan cara untuk menghubungkan orang-orang dengan minat bersama, dan berpartisipasi dengan mereka. Inilah sebabnya mengapa situs media sosial telah meledak di internet. Di tempat-tempat seperti Twitter, FaceBook, dan Squidoo, siapa pun dapat dengan mudah menghubungkan orang-orang dari seluruh dunia yang memiliki minat yang sama. Jadi tunggu apa lagi? Pilih minat, pilih perubahan yang perlu terjadi, rencanakan, dan jalankan dengannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *