Fakta Tentang Penyakit Kambing

Kambing sehat adalah aset bagi pemilik mana pun, dengan potensi pendapatannya. Seperti hewan lainnya, kambing juga mudah terserang berbagai penyakit. Oleh karena itu, penting untuk memberikan perawatan yang tepat pada kambing agar terhindar dari penyakit yang mempengaruhi kesehatannya.

Kembung, penyakit perbatasan, virus cache valley, ensefalitis artritis kaprine, caseous limfadenitis, Chlamydia, cuccidiosis, toksisitas tembaga, distosia, coli scours, enterotoksemia tipe c, enterotoksemia tipe d, entropion, epididimitis, sindrom anak floppy, serangan lalat, busuk kaki, kaki melepuh, penyakit john, sakit sendi, keds, semua tentang perawatan kambing asidosis laktat, listeriosis kutu, cacing hati, cacing paru-paru, mastitis, cacing meningeal, demam susu, bot hidung, pneumonia progresif ovine, mata merah muda, busuk pizzle, pneumonia, polio, toksemia kehamilan , prolaps rektal, kurap, kurap, salmonella, scapie, sakit mulut, sindrom laba-laba, cacingan, cacing pita, tetanus, toksoplasmosis, batu saluran kemih, prolaps uterus, vibriosis prolaps vagina, penyakit otot putih dll adalah beberapa infeksi dan penyakit yang mempengaruhi kambing.

Anda dapat mengetahui apakah kambing sehat atau tidak dengan tetap waspada terhadap rutinitas mereka. Dengan mengamati feses seseorang dapat menemukan beberapa penyakit, tanda-tandanya mungkin seperti gerusan, kotoran menggumpal, kotoran keras dll. Anda dapat mengetahui pembengkakan dengan mengamati tungkai dan juga kaki kambing. Jika kambing pincang, berjalan tidak normal, terhuyung-huyung, maka kemungkinan kambing tersebut menderita tetanus.

Pemeriksaan visual akan cukup untuk menemukan penurunan berat badan kambing yang tidak bisa dijelaskan. Awasi kambing untuk kotoran abnormal seperti lendir, darah, nanah dll dari mata, vulva, mulut, telinga atau dari bagian tubuh lainnya. Carilah kambing yang memiliki masalah tertentu terkait menjaga kecepatan relatif terhadap kawanan atau menjauhkan diri dari kawanan.

Carilah kambing yang tidak mendapatkan makanan pada waktu makan yang teratur atau yang memiliki postur tubuh tidak normal. Periksa tanda-tanda pembengkakan di bawah dagu kambing, karena ini mungkin merupakan indikasi parasit internal atau gondok di tenggorokan. Bulu kambing yang kasar dan kusam menunjukkan adanya beberapa kekurangan atau penyakit. Ingatlah fakta bahwa kambing tidak memisahkan diri dari kawanan kecuali jika sedang sakit atau sedang bermain.

Tanpa pemberian obat cacing selama jangka panjang kambing akan mengalami produktivitas yang rendah, penurunan produksi susu, pertumbuhan yang buruk, anemia, kerentanan yang lebih besar terhadap penyakit dll. Obat cacing kambing tersedia untuk proses obat cacing. Baik obat cacing maupun obat herbal kambing tersedia di pasar. Saat memberikan cacing, penting untuk memberikan air yang cukup untuk kambing.

Pada kambing, proses fermentasi pencernaan dalam rumen menghasilkan produk samping berupa gas yang terus menerus dikeluarkan sebagai sendawa. Ketika gas-gas tersebut terperangkap di dalam rumen, terjadi kembung. Ini adalah kondisi yang sangat berbahaya, bahkan mengancam nyawa. Gejala yang terlihat pada kambing kembung jual domba murah area solo, surakarta terutama rasa sakit yang ditunjukan kambing, depresi, menggemeretakkan gigi, mencoret menggunakan kaki dll. Keadaan lanjut membuat kambing kembung turun dengan gagal pernafasan dan komplikasi lainnya.

Dalam kasus gembung, akan terjadi tonjolan pada sisi kiri kambing. Buang pakan yang diberikan kepada kambing, karena terkadang pakan mungkin menjadi penyebabnya. Sebaiknya jangan memberi air pada kambing kembung yang menelan biji-bijian dalam jumlah banyak. Beri air setelah dua belas jam. Ambil bantuan dari dokter hewan untuk menyembuhkan kondisi kambing tersebut.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *