3 Tip Teratas untuk Desain Resume Media Sosial

Kemungkinan Anda hanya akan memiliki satu kesempatan untuk membuat kesan pertama dalam pencarian kerja. Dengan resume media sosial, Anda mencoba membuat banyak orang terkesan, jadi penting untuk mengikuti prinsip desain dan tata letak utama untuk memastikan kesan pertama Anda benar.

Seniman grafis, desainer web, desainer interior, desainer pakaian, dan penata taman semuanya berurusan dengan konsep desain, warna, dan tata letak, sehingga para profesional tersebut dapat melakukannya dengan relatif mudah. Profesional yang kurang cerdik di bidang ini mungkin memiliki niat terbaik ketika harus melanjutkan desain …. tetapi upaya mereka tidak selalu berhasil.

Di bawah ini adalah tiga tip teratas untuk Warna dan Desain Web membuat resume media sosial yang efektif:

1. Buatlah Mudah Dibaca

Gunakan jenis huruf / font sans serif seperti ini dalam font 10 atau 12 poin. Jauh lebih mudah untuk memindai daripada jenis huruf serif.
Gunakan latar belakang warna solid dan lebih terang (tanpa latar belakang ungu tua dengan tipe putih, tanpa latar belakang hijau cerah atau oranye menjerit)
Warna jenis hitam – salinan ini paling jasa arsitek Jakarta Tangerang baik jika resume Anda dicetak dan diedarkan.
Gunakan roda warna untuk membantu Anda melihat dan memilih kombinasi warna yang paling mudah dibaca dan mudah dilihat.
Jaga grafik tetap kecil dan seminimal mungkin. Tidak ada gambar latar atau wallpaper yang mengganggu.
Hindari animasi, kecuali Anda berada di bidang yang unik (mis., Programmer video game) di mana ini akan menjadi aset dibandingkan dengan file. gangguan. Bahkan lebih sedikit lebih banyak. Anda selalu dapat memamerkan portofolio / kreasi Anda dalam tautan atau file terlampir terpisah bagi mereka yang ingin melihat lebih banyak karya Anda.
Permudah untuk ‘menavigasi’ dan menemukan ‘bagian’ yang berbeda dari resume media sosial Anda. Coba gunakan aturan tiga klik: Jika seseorang harus menggunakan lebih dari tiga klik untuk berpindah dari halaman utama ke tempat yang mereka tuju, itu terlalu banyak (terlalu membuat frustrasi dan memakan waktu). Jadikan MUDAH dan CEPAT bagi pemirsa untuk berkeliling.
2. Gunakan Tata Letak yang Bersih dan Sederhana

Jangan terlalu mewah atau rumit.
Gunakan “poin” seperti ini, cetak tebal tekstual, cetak miring, dan judul bagian dengan tepat. Buat agar enak dipandang dan mudah diikuti.
Ingatlah untuk tetap sederhana
3. Gunakan Pemformatan yang Konsisten

Jaga gaya font Anda tetap sama agar mudah dibaca / dipindai.
Gunakan cetak tebal selektif, cetak miring, garis bawahi jika sesuai dan dengan area yang sama (misalnya, seperti judul bagian ini-dicetak tebal dan dicetak miring untuk memulai, atau memperkenalkan pemikiran baru)
Desain yang bersih, sederhana, tata letak, dan resume media sosial yang diformat – seperti resume kertas Anda – jauh lebih disukai oleh perekrut dan staf HR daripada sesuatu yang sangat mewah. Ingat, mereka peduli dengan menemukan keterampilan yang tepat untuk pekerjaan tertentu. Mereka tidak peduli dengan animasi berkemampuan Flash paling keren yang Anda buat, dan itu membuat pekerjaan mereka lebih sulit. Itu BUKAN cara Anda ingin mengesankan. Kenali audiens Anda dan rancang sesuai untuk kesuksesan pencarian kerja.

Sherrie A. Madia, Ph.D. adalah seorang pendidik, penulis, dan pelatih. Buku terbarunya termasuk The Social Media Survival Guide (Juga tersedia dalam bahasa Spanyol), The Online Job Search Survival Guide, dan SERIALPRENEURSHIP: The Secrets of Repeatable Business Success. Ia sering disebut-sebut oleh media nasional sebagai pakar media sosial. Dia adalah Direktur Komunikasi, Urusan Eksternal, dan Dosen di Wharton School of University of Pennsylvania.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *