Peraturan Untuk Tinggal di Apartemen

Peraturan Untuk Tinggal di Apartemen

Siapa sih yang tak punya mimpi untuk tinggal di apartemen dengan sajian view setiap pagi yang sangat eksotis nan indah? Sudah pasti ini impian setiap orang. Bahkan, ada juga yang memiliki mimpi tidak hanya tinggal di apartemen dengan status sebagai penyewa saja, namun ia berstatus sebagai pemilik. Tidak bisa dipungkiri, trend tinggal di apartemen belakangan ini memang banyak digandrungi oleh berbagai pihak. Tidak hanya orang dari kalangan atas saja, namun masyarakat kelas menengah pun juga memiliki keleluasaan yang sama untuk bisa tinggal di apartemen. Kini, seiring dengan perkembangan teknologi muncullah inovasi baru yaitu banyaknya apartemen yang dibangun dengan banyak tipe dan jenis. Jika dulunya kita beranggapan bahwa hanya orang kaya saja yang bisa tinggal di apartemen, namun tidak dengan sekarang yang siapa saja bebas tinggal di apartemen sesuai dengan budget yang dimiliki. Bahkan, tidak hanya tinggal sementara saja, namun mereka bisa menjadi pemilik sah dari apartemen yang didambakan.

Tinggal di apartemen memang memiliki banyak keuntungan. Bagi mereka yang memang terbiasa melakukan mobilitas di luar ruangan, maka memilih untuk tinggal di apartemen merupakan pilihan yang tepat guna mengefisiensi waktu serta tenaga. Bahkan trend untuk tinggal di apartemen tidak hanya diminati oleh mereka yang sudah bekerja sehingga memudahkan mereka untuk menuju ke lokasi kerja. Para mahasiswa pun juga turut serta andil dalam trend yang selama ini berkembang. Dengan tinggal di apartemen, maka akses menuju kampus semakin dekat sehingga meminimalisir pengeluaran. Sangat menarik bukan? di samping itu, tinggal di apartemen ternyata juga diminati oleh mereka yang baru saja menikah. Alasan kepraktisan menjadi alasan utama yang membuat mereka lebih suka tinggal dan menghabiskan waktu di ruangan minimalis dengan orang tercinta. Kesibukan mereka dengan pekerjaan membuat mereka lebih memilih tinggal di apartemen supaya ketika membersihkannya mereka tidak terlalu kesusahan.

Memilih tinggal di apartemen pada dasarnya tidak hanya masalah gaya hidup atau tuntutan lingkungan semata. Ada beberapa alasan penting yang mendasari mereka untuk memutuskan diri tinggal di apartemen. Padahal, tinggal di apartemen pun juga selalu ada suka dukanya. Bahkan, ada banyak peraturan yang harus mereka penuhi. Jika telah memutuskan diri untuk tinggal di apartemen, berarti Anda pun secara tidak langsung telah menyetujui beberapa peraturan yang harus Anda penuhi.

Peraturan di apartemen sudah pasti akan membuat mereka yang sama sekali belum memiliki pengalaman tinggal di apartemen menjadi sedikit asing dan kaget. Unit apartemen yang Anda tempati sudah pasti akan bersinggungan langsung dengan unit milik tetangga. Ketika salah satu penghuni unit membuat kegaduhan, sudah pasti semua tetangga unit akan mengalami kebisingan dan merasa terganggu. Berbeda ketika kita tinggal di rumah kita sendiri, kalau di apartemen kita harus memiliki rasa toleransi yang tinggi dengan tetangga unit sekaligus berupaya untuk menggunakan fasilitas sebaik mungkin. Adapun peraturan atau lembaga yang ada di apartemen adalah sebagai berikut.

Perhimpunan Penghuni (Pp)

PP dalam hal ini bertindak sebagai badan hukum yang memiliki tugas untuk mengurus berbagai kepentingan bersama antara si pemilik dengan para penghuni apartemen. Fungsi dari PP ini hampir mirip dengan ketua RT atau RW di lingkungan tempat kita tinggal ketika di rumah.

Badan Pengelola

Badan pengelola adalah suatu badan perusahaan professional yang bertanggung jawab atas pengelolaan seluruh bagian serta benda bersama yang terdapat di dalam kompleks apartemen. Badan pengelola ini pembentukannya diputuskan oleh PP serta anggota PP.

Anggota PP

Pemilik unit apartemen memiliki 1 suara yang digunakan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan tata tertib. Yang maksud alam anggota PP adalah pemilik unit, penyewa unit, pemakai unit, serta pembeli unit.

Sinking Fund

Sinking fund merupakan dana cadangan yang biasanya diminta oleh pengelola yang dijadikan sebagai tabungan guna kepentingan bersama. Dana ini biasanya digunakan untuk melakukan renovasi pada gedung atau pun untuk penambahan fasilitas di kemudian hari. Besarnya biaya yang dimiliki ini ditentukan dengan cara melakukan atau mengadakan biaya iuran pengelolaan.

Prosedur Renovasi

Renovasi pada gedung apartemen sangat penting untuk diperhatikan. Terlebih lagi jika unit-unit apartemen di sekeliling sudah terisi. Ketika melakukan renovasi ini hal-hal yang penting untuk diperhatikan adalah masalah pengangkutan material hingga sampai proses pengerjaannya. Ketika melakukan renovasi ini, pemilik unit diharuskan untuk melapor kepada piihak pengelola gedung dengan prosedur sebagai berikut.

1. Mengajukan permohonan untuk melakukan renovasi

2. Mengisi formulir permohonan renovasi

3. Mengajukan desain lengkap yang diserta dengan spesifikasi material yang akan digunakan

4. Melakukan pemeriksaan material dan kontraktor yang diajukan oleh si pemilik yang dilakukan oleh coordinator renovasi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *