Pentingnya Aqiqah Menurut Khutbah Jumat

Pentingnya Aqiqah Menurut Khutbah Jumat

Pentingnya Aqiqah Menurut Khutbah Jumat

Assalamualaikum wr. wb. Apa kabar saudaraku umat muslim semua ber jumpa lagi kita di blog Khutbah Jumat di kesempatan yang ber bahagia kali ini. Nah di per temuan yang sangat hangat kali ini kita akan mem bahas lagi lanjutan dari topik kita minggu kemarin yakni di saat admin sedang mendengar kan Khutbah Jumat yang di sampai kan oleh salah seorang khotib di salah satu masjid di daerah rumah admin. Karena Khutbah Jumat yang di sampai kan itu mem bahas mengenai aqiqah maka admin bagi kan saja pengalaman admin itu yang semoga juga bisa menjadi ilmu baru bagi teman teman semua yang siapa tahu di ke depan nya bisa ber manfaat untuk kita semua. Oke langsung saja kita lanjut kan bahasan mengenai aqiqah.

Seperti yang sudah di singgung di per temuan yang sebelum nya bahwa aqiqah itu dianggap sebagai wujud syukur para orang tua atau keluarga karena telah lahir seorang bayi di suatu keluarga  mereka. Dan juga sebagai wujud penebus dari ter lepas nya bayi yang lahir itu dari kekangan jin yang selalu mengiringi bayi yang telah di dunia ini. Untuk definisi dari aqiqah sendiri yakni arti nya adalah proses penyembelihan dari hewan kambing yang di laksana kan pada hari ke tujuh setelah kelahiran seorang anak atau bayi ke dunia ini. Untuk dari segi bahasa nya sendiri si aqiqah ini memiliki arti yakni pemotongan. Dari sumber ter percaya mereka meyakini bahwa hukum dalam melaku kan aqiqah ini merupa kan sunnah muakkadah bagi mereka yang berasal dari keluarga yang mampu, ya walau tak sedikit juga beberapa kalangan ulama yang menyata kan bahwa hukum dari melaku kan aqiqah ini adalah wajib. Itu menurut Khutbah Jumat yang di sampai kan oleh khotib sholat jumat yang admin hadiri dulu.

Dibahas juga pada beberapa naskah naskah yang isi nya bercerita tentang syariat dari aqiqah ini sendiri. Dari bahasan Khutbah Jumat mengenai aqiqah ini di dapati bahwa imam ahmad dan tirmidzi pernah meriwayat kan dari ummu karaz al ka’biyah yang mengankat  cerita mengenai ia bertanya kepada rasulullah tentang prosesi aqiqah ini sendiri. Dan kemudian Dia bersabda, “bagi anak laki laki di sembelih kan dua ekor kambing dan bagi anak perempuan di sembelih kan satu ekor kambing, dan tidak akan membahaya kan kamu sekalian, apakah kambing yang di sembelih itu jantan atau pun betina.” Menurut pernyataan di atas telah di tegas kan bahwa kambing untuk aqiqah itu tidak ditentu kan apa kah itu jantan atau betina tapi yang penting adalah jumlah dari kambing yang di sembelih itu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *