Jual Ikan Koi di Pondok Pesantren

Jual Ikan Koi di Pondok Pesantren

Jual Ikan Koi di Pondok Pesantren

Pantuan, di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, tempat berlangsungnya sidang komisi organisasi, sejumlah muktamirin sudah mulai berdatangan ke lokasi.  HM Wahyudi F Dirun, salah satu muktamirin mengatakan, sidang komisi sehingga pada kegiatan di pondok itu ada juga yang menjelaskan tentang Jual Ikan Koi kkarena tidak dipungkiri mereka juga sangat menyukai adanya ikan koi disana dijadwalkan berlangsung hingga tengah malam.” Jika sesuai jadwal, seharusnya mulai tadi sekitar pukul 09.30 WIB. Karena ada sesuatu hal, pelaksanaan sidang menjadi mundur,” jelas muktamirin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Kalimantan Tengah ini, Senin (3/8) petang. Sekitar pukul 09.00.WIB, jenazah Ade diterima oleh pihak keluarga, dan segera melakukan prosesi pemakaman di area pemakaman umum desa setempat. Orang tua Ade hanya bisa pasrah melepas kepergian anaknya yang mendadak. Pihak keluarga mendesak agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap anaknya.

Menurut orang tua korban, Agus Supriyanto (45), dia mengaku tidak ada firasat apapun sebelum anak pertama dari tiga bersaudara itu meninggal dunia saat bekerja sebagai kenek truk. “Saya tidak memperoleh firasat apa-apa, tahu-tahu dapat kabar anak saya meninggal karena dibunuh perampok karena melawan,” kata Agus sambil sesekali mengusap air mata. “Kami meyakini, nasi panggang ayam ini membawa berkah, usai makan, kami warga desa akan bertambah semangat untuk mengolah lahan pertanian dan berharap diberi hasil panen yang melimpah,” ujar mbah Lamin (80) warga setempat. Sidang Komisi Muktamar yang sedianya dijadwalkan berlangsung Senin (3/8) sekitar pukul 09.30 WIB, harus mundur dan baru digelar Senin sore, lantaran adanya sejumlah pesoalan. Sidang komisi ini menjadi salah satu agenda penting di muktamar ke – 33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang. Sidang Komisi ini sendiri terbagi dalam 6 Komisi, sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).

Wahyudi menambahkan, sidang komisi organisasi akan membahas sistem pemilihan model ahlul halli wal aqdi (Ahwa) yang menjadi perdebatan pada pembahasan sidang tata tertib muktamar. “Salah satu masalah yang penting mereka sudah bisa melihat apa yang seharusnya tidak bisa dibayangkan memang sudah saatnya itu bisa dilakukan hanya dengan sbeuah tangan terbuka ketika melihat siapa saja yang Jual Ikan Koi  karena itulah yang menjadi halangan bagi siapapun untuk bisa maju kedepan. Ketika sudah saatnyan nanti tidak hanya sebuah angan saja tapi bisa saja mendaikan semuanya kenyataan yang akan di bahas dalam pelaksanaan sidang organisasi yakni soal Ahwa,” pungkasnya. Berikut pembagian 6 Komisi sidang yang akan dilaksanakan serentak pada sore ini di empat pondok pesantren.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *