4 Tips Dalam Menerbangkan Drone

5 Drone Indonesia Terbaru dan Tercanggih

Banyak yang menuliskan bahwa kesalahan ialah guru terbaik guna belajar. Namun itu tidak dapat diberlakukan saat belanja drone. Sekali kamu melakukan kesalahan, drone anda bisa rusak. Jadi usahakan pelajari dulu apa saja yang mesti dilaksanakan dan dihindari sebelum kamu mulai menerbangkan drone pertama.

Apa saja kekeliruan yang sering terjadi dan bagaimana menghindarinya?

  1. Belajar menerbangkan pertama kali menggunakan drone mahal

Tidak terdapat salahnya melakukan pembelian drone mahal andai memang memiliki duit yang cukup. Namun andai masih level beginner, apalagi bila baru pertama kali berkecimpung di dunia drone, dan langsung menggunakan DJI Phantom 4. Itu merupakan keputusan yang tidak bijak. Karena kamu pasti merasa sayang andai nantinya jatuh atau hancur saat latihan.

Jika pertama kali upayakanlah untuk membeli drone kecil dan murah agar tidak cemas atau sayang andai jatuh nantinya. Karena bisa dipastikan kamu bakal mengalami drone jatuh atau nabrak beberapa kali sebelum mahir menerbangkannya.

Alasan urgen lainnya ialah karena drone murah tidak mempunyai mode terbang otomatis. Kenapa itu merupakan nilai plus?

Jika kamu membeli DJI Mavic Pro maka tinggal tekan tombol maka drone terbang dan tiba dengan mudahnya. Namun itu akan membuat kamu jadi “manja”. Dengan mempelajari menerbangkan manual drone murah maka kamu “dipaksa” dapat mengatasi masalah andai drone mahal kamu mengalami kegagalan sistem otomatisnya. Jangan terlampau mengandalkan teknologi instan bila hendak mahir.

  1. Pastikan perlengkapan drone terpasang powerful dan komplit

Meski terkesan sepele tapi kamu harus periksa sebelum menerbangkan drone. banyak kasus sebab sekrup tidak cukup kencang kemudian copot ketika penerbangan dan bisa berdampak fatal. Bukan hanya drone jatuh namun fatalnya orang lain dapat terkena juga.

Di samping itu, dianjurkan juga mengubah baling-balingnya masing-masing 50 kali penerbangan. Sepasang baling-baling jangan digunakan lebih dari 100 kali penerbangan. Jika digunakan kurang dari 50 kali pun, pun tetap mesti diganti andai usianya telah satu tahun.

  1. Menerbangkan dalam situasi lingkungan buruk

Jangan memaksakan diri guna menerbangkan drone saat kondisi sedang angin kencang atau hujan maupun berkabut. Bersabarlah menantikan cuaca terang daripada drone kamu terbawa angin.

Terbangkanlah drone di ruang terbuka. Pilihlah halaman belakang rumah atau lapangan terbuka seperti lapangan parkir yang luas. Bangunan tinggi dan struktur besi akan memprovokasi akurasi kompas di drone maupun sistem GPS-nya.

Sebelum mengawali, perhatikan dengan cermat di mana letak bangunan, pohon, tiang dan kabel listrik serta lokasi dengan elektromagnetik tinggi. Perhatikan pun lalu lalang supaya tidak terdapat orang yang kejatuhan drone. Hindari pun area dekat Wi-Fi dan sinyal radio, tower BTS, medan magnet powerful serta listrik tegangan tinggi supaya drone tidak kehilangan sinyal. Jangan menerbangkan drone di atas telaga atau lokasi perairan, meski itu terkesan gagasan yang bagus, bila kamu belum berpengalaman. Pasalnya, drone tidak waterproof

Jika kamu menerbangkan di lokasi ada bangunan maka pastikan settingan RTH Altitude lebih tinggi dari bagunan tertinggi di sana. Pastikan pun baterainya lumayan untuk penerbangan supaya tidak jatuh di tengah perjalanan.

  1. Pantau terus baterai ketika menerbangkan

Jangan sampai kamu terlalu asyik menerbangkan sampai kebablasan mendapat warning lowbat. Jika kamu salah memperkirakan jarak tempuh, siap-siap saja drone mati kehabisan daya dan jatuh entah dimana.

Baterai drone akan menginjak zona critical low seringkali di level 10% (default) namun dapat dinaikkan sesuai kemauan anda. Begitu menginjak level tersebut, drone secara otomatis landing di tempat saat tersebut berada.

Jadi ketika sudah mendapat warning segera arahkan ke jalan pulang. Ingat, tidak boleh melawan arah angin sebab akan semakin menguras lebih banyak energi lagi.

Perhatikan juga tekanan di ketinggian sebab energi yang dikeluarkan baterai dapat semakin besar. Baterai pun akan lebih cepat berakhir di cuaca yang panas dibanding ketika sejuk.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *